inShot.id | SMK Nurussalam, Salopa, Kabupaten Tasikmalaya menggelar acara Paturay Tineung (Perpisahan) Siswa – Siswi Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 pada Senin 04 Mei 2026. Guyuran hujan tak menyurutkan semangat seluruh yang hadir, baik warga sekolah, unsur pemerintahan, dan juga para orangtua murid. Acara pun berlangsung lancar dan khidmat.
Dalam kesemparan itu, Camat Salopa, H. Roni Ruhimat, S. Sos. M. Si, yang turut menghadiri acara tersebut menegaskan bahwa pemerintah di berbagai wilayah Indonesia berinisiatif menggulirkan Program “Satu Desa Satu Sarjana” (SADESSA) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan membiayai studi sarjana bagi satu orang dari setiap desa.
Program SADESSA, katanya, berfokus pada anak muda berprestasi agar bisa kuliah dan kembali membangun desanya. Adapun poin-poin penting yang berkaitan dengan program ini berdasarkan informasi terbaru (2025-2026), yaitu Peningkatan SDM: Mencetak generasi muda yang berilmu dan berdaya saing tinggi.
Kemudian Pembangunan Desa dengan harapan sarjana yang dihasilkan kembali ke desa asal untuk memajukan daerahnya (Pengabdian). Lalu, Akses Pendidikan yakni Membantu membiayai kuliah bagi masyarakat kurang mampu agar impian kuliah tercapai.
“Kami berharap semua sekolah menengah, baik itu MA, SMA dan SMK bisa mewujudkan program bupati tersebut. Kita bantu biayanya dan kita upayakan masuk ke PTN yang ada di Jawa Barat tentu dengan nilai akademik dari sekolah masing-masing yang sangat mumpuni,” ungkapnya.

Kepala SMK Nurussalam, Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Z Mutaqin, S.Mn, M.Si.,menerangkan bahwa jumlah lulusannya tahun ini sebanyak 178 siswa. Terserap di dunia kerja 30 persen bagi lulusan tahun 2026, dan 3 orang sudah diberangkatkan ke Jepang melalui jalur program sekolah pusat keunggulan melalui kerjsama dengan LPK Seiko.
“Kami pun bertekad terus mewujudkan sekolah yang siap berkarakter industri dan sekolah siap kerja,” ujar Dedi ZM.
Pengawas Sekolah, Yadi Gunamiyadi, S.Pd. M.Pd., menuturkan, SMK Nurussalam harus menjadi barometer keberhasilan sekolah di wilayah Timur dengan alumnus yang 70 persen link and match.
“Kami yakin SMK Nurussalam bisa menjadi magnet keberhasilan sekolah swasta dalam mewujudkan dunia kerja,” tandasnya.












