News  

Bank Indonesia Gelar JAZIRAH x CCE 2026, Perkuat Ekonomi Syariah di Priangan Timur

Avatar photo
Kegiatan Jalinan Sinergi Ekonomi Syariah (JAZIRAH) x Ciamis Creative Expo (CCE) 2026 pada 5–7 Juni 2026, di Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis. dok BI Tasikmalaya

inShot.id | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis dan berbagai pemangku kepentingan, menyelenggarakan Jalinan Sinergi Ekonomi Syariah (JAZIRAH) x Ciamis Creative Expo (CCE) 2026 pada 5–7 Juni 2026, di Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis.

Kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026, sekaligus turut memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-384 Kabupaten Ciamis. Event ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Priangan Timur, khususnya melalui pengembangan UMKM halal, perluasan akses pembiayaan syariah, peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah, serta penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida, menegaskan, penyelenggaraan JAZIRAH x CCE 2026 kawasan Karangkamulyan dihadirkan sebagai ruang kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam mendorong ekonomi daerah yang lebih inklusif, produktif, dan berdaya saing.

Upaya tersebut, katanya, sejalan dengan komitmen Bank Indonesia dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor riil, peningkatan kapasitas UMKM, serta sinergi kebijakan di daerah.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat akselerasi ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Priangan Timur. Fokus penguatan tersebut mencakup pengembangan rantai nilai halal, peningkatan kapasitas UMKM, perluasan akses pembiayaan syariah, penguatan literasi masyarakat, serta pemanfaatan digitalisasi dalam aktivitas ekonomi, termasuk perluasan akseptasi pembayaran digital melalui QRIS secara aman, mudah, dan efisien.

Sebagai bagian dari penguatan halal value chain daerah, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan peluncuran Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) Rest Area Karangkamulyan Kabupaten Ciamis. Zona KHAS ini menjadi salah satu upaya strategis dalam membangun kawasan kuliner halal berbasis UMKM yang terintegrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ke depan, Rest Area Karangkamulyan didorong untuk menjadi salah satu model pengembangan Zona KHAS pada kawasan rest area non-tol pertama di Indonesia yang dapat direplikasi sesuai kesiapan, potensi, dan karakteristik daerah.

Sebelumnya, Bank Indonesia Tasikmalaya bersama para pemangku kepentingan telah melaksanakan pendampingan sertifikasi halal kepada 15 UMKM di kawasan Karangkamulyan. Pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas, kualitas produk, tata kelola usaha, dan daya saing UMKM halal. Melalui pendampingan ini, UMKM diharapkan dapat meningkatkan standar produk, memperluas akses pasar, serta mendukung pengembangan industri halal daerah secara berkelanjutan.

Selain peluncuran Zona KHAS, JAZIRAH x CCE 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi showcase UMKM halal dan ekonomi kreatif, business matching pembiayaan syariah, booth keuangan sosial syariah, tabligh akbar, talkshow ekonomi syariah, workshop UMKM go digital dan go halal, edukasi transaksi digital, serta berbagai perlombaan edukatif terkait ekonomi syariah.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi UMKM untuk naik kelas, memperkuat akses pembiayaan, meningkatkan literasi masyarakat, dan memperluas pemanfaatan layanan keuangan serta sistem pembayaran digital secara sehat dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap penguatan sinergi antarpemangku kepentingan dapat semakin mengakselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan UMKM, meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah, memperkuat industri halal, serta mendorong tumbuhnya pusat ekonomi halal baru yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi program bersama pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas UMKM, memperluas ekosistem halal, mendukung digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah, serta menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Priangan Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *