News  

Inilah yang Dirasakan Murid SMK Nurussalam Salopa Usai HP-nya Dikumpulkan di Guru Piket

Avatar photo
Kepala SMK Nurussalam, Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Dedi ZM, saat mengumpulkan HP anak didiknya di kelas.

inShot.id | Usai melakukan absensi melalui Networking Absen yang disediakan sekolah, para siswa SMK Nurussalam, Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, dengan sukarela memberikan handphone (HP) mereka kepada petugas guru piket untuk dikumpulkan sesuai dengan kelas dan jurusannya masing-masing.

Pengumpulan HP tersebut sebagai upaya melalui kebijakan yang dikeluarkan pihak sekolah dalam meminimalisir penggunaan HP di kelas oleh siswa yang dikumpulkan di guru piket.

“Ini dirasa efektif saat kami lakukan evaluasi, anak-anak lebih focus memperhatikan para gurunya di kelas dan tidak lagi melakukan aktifitas lain seperti main game atau tiktokan di jam-jam kosong,“ ujar Dedi ZM, selaku kepala SMK Nurussalam, Selasa 12 Mei 2026.

Ia menegaskan, aturan di sekolahnya itu merujuk pada aturan resmi pembatasan penggunaan HP atau gawai di sekolah yang mendasar pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 dan Peraturan Mendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026.

“Secara nasional, regulasi berbentuk Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) yang khusus melarang HP secara mutlak belum pernah diterbitkan. Namun, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merilis aturan turunan terbaru untuk memperketat tata kelola gawai demi keamanan anak di sekolah,” imbuhnya.

Meski demikian, beberapa kebijakan di keluarkan bagi jurusan tertentu yang memang harus menggunakan HP sebagai media pembelajarannya, namun tetap dalam pengawasan guru MGMP-nya.

“Untuk jurusan tertentu seperti DKV, Kami berikan kebijakan di jam mapel tersebut, setelah pelajarannya selesai, HP dikembalikan lagi ke guru piket,“ jelas Dedi.
Sementara, para siswa-siswi sekolah ini pun justru sangat mendukung terhadap kebijakan yang diberlakukan tersebut.

“Saya pribadi sih dengan teman-teman satu kelas mendukung Pak, karena jujur kadang Kami selalu tidak fokus dan inginnya membuka HP secara sembunyi-sembunyi. Tapi sekarang Kami jadi fokus memperhatikan guru,“ ujar Dimas, siswa kelas XI Jurusan DKV.

Usai pelajaran para guru piket pun dibantu wali kelas membagikan jembali HP para siswa dan memastikan agar tidak ada yang hilang maupun tertukar. (dzm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *