News  

Bukan Sekadar Sampah, FKIP-Edu PENMAS, PPKH Tamansari, dan YES Bawa Ilmu Langsung ke Tangan Warga

Avatar photo

inShot.id | Di tengah denyut aktivitas pagi di Bojong Herang RT 02 RW 15, Kelurahan Mulyasari, sekelompok anak muda justru memilih hadir bukan untuk sekadar lewat, melainkan untuk tinggal dan berbagi pengetahuan.

Kolaborasi antara FKIP-Edu Pendidikan Masyarakat Universitas Siliwangi, PPKH Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya dan komunitas Youth Environment Solution (YES) menggelar program LESTARI Limbah Edukasi & Pengolahan Sampah untuk Lingkungan Asri di KWT Saluyu, Bojong Herang, pada Kamis 08 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini menyasar langsung para anggota KWT Saluyu dan KPM PPKH Kecamatan Tamansari sebagai peserta utama kelompok perempuan tani dan Keluarga Penerima Manfaat yang selama ini berada di garis terdepan persoalan lingkungan, namun kerap tak terjangkau oleh ruang-ruang pendidikan formal.

Program LESTARI menghadirkan dua sesi utama: pematerian mengenai jenis dan dampak sampah organik serta anorganik, dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan Eco Enzyme cairan organik hasil fermentasi sisa buah dan sayuran yang bermanfaat sebagai pupuk cair, pembersih alami, sekaligus pengusir hama tanpa bahan kimia berbahaya.

Selama sesi pematerian, peserta diajak memahami bahwa sampah bukan sekadar urusan estetika lingkungan. Sampah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran yang setiap hari dihasilkan rumah tangga, bila dibiarkan tanpa pengelolaan, akan mencemari tanah, air dan udara. Namun bila diolah dengan tepat, bahan yang sama dapat menjelma menjadi Eco Enzyme, cairan coklat pekat beraroma asam segar yang kaya manfaat bagi pertanian dan kebersihan rumah tangga.

Ketua Kelompok FKIP-Edu PPKH Kecamatan Tamansari, Muhammad Naufal, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata tentang sampah.

“Ini tentang bagaimana kita membangun kesadaran. Selama masyarakat belum paham nilai dari sampah yang mereka hasilkan, persoalan lingkungan tidak akan pernah benar-benar selesai. LESTARI hadir untuk menjembatani pengetahuan itu langsung ke tangan warga yang membutuhkan,” ujarnya.

KWT Saluyu sebagai tuan rumah menyambut program ini dengan tangan terbuka, menjadikan lahan dan greenhouse mereka sebagai ruang belajar bersama yang hidup. Sementara PPKH Kecamatan Tamansari memastikan program ini menjangkau Keluarga Penerima Manfaat yang selama ini paling memerlukan akses terhadap pengetahuan praktis semacam ini.

Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari kebiasaan komunitas karena perubahan lingkungan yang langgeng tidak lahir dari satu aksi besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus oleh banyak tangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *