inShot.id | Transaksi digital QRIS di wilayah Priangan Timur meningkat tajam. Kenaikannya pada tahun 2025 hingga mencapai 579%. Sementara jumlah merchant menembus angka 500 ribu.
Demikian ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Laura Rulida dalam Desiminasi Perkembangan Ekonomi, Inflasi, dan Digitalisasi, di 48 Street Island, Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya pada Kamis 7 Mei 2026.
Peningkatan signifikan transaksi digital tersebut, kata Laura, menunjukkan kesiapan masyarakat wilayah Priangan Timur khususnya Kota Tasikmalaya dalam hal digitalisasi keuangan.
Disamping itu, jumlah merchant yang menggunakan QRIS juga mengalami meningkat tajam. Hal itu menandakan adopsi pembayaran digital semakin luas hingga menjangkau sektor UMKM dan pedagang kecil.
“Lonjakan tersebut sebagai indikator positif transformasi digital di masyarakat, terutama dalam mendorong transaksi non-tunai yang lebih efisien, aman, dan praktis.
Pertumbuhan ekonomi daerah masih ditopang sejumlah sektor unggulan, di antaranya sektor UMKM, pertanian, dan perdagangan yang terus bergerak stabil,” papar Laura.
Ia juga menyampaikan bahwa isu inflasi menjadi perhatian utama. Pihaknya mencatat laju inflasi di wilayah Priangan Timur masih di level aman terkendali serta berada dalam rentang target nasional.
Menurutnya, stabilitas harga menjadi fondasi utama guna menjaga dayabeli masyarakat dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah melalui berbagai program stabilisasi harga.
Laura menyebut bahwa pertumbuhan digitalisasi yang tinggi menjadi peluang untuk terus menggerakan perekonomian wilayah Priangan Timur, khususnya di Kota Tasikmalaya.












