inShot.id | Rumah Sakit Jasa Kartini (RSJK) Tasikmalaya menggelar tasyakur bin ni’mah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29. Pada perayaan tahun ini, RSJK mengusung tema “Adaptive, Competent, and Beyond.”
Direktur PT Karsa Abdi Husada, H Cecep Hendra, MBA, mengatakan selama 29 tahun berkiprah di bidang pelayanan kesehatan, RSJK tetap memegang teguh prinsip yang diwariskan oleh para pendiri rumah sakit.
Menurutnya, sejak awal berdiri RS Jasa Kartini memiliki komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Tasikmalaya.
“Keberadaan RS Jasa Kartini harus bisa bermanfaat dan membawa keberkahan bagi masyarakat, khususnya di Tasikmalaya dengan jargon hirup, hurip waluya keur balarea,” kata Cecep.
Ia menegaskan, komitmen tersebut juga dibuktikan dengan kebijakan rumah sakit yang tidak pernah meminta deposit atau pembayaran awal kepada pasien.
“Dari awal kami tidak pernah meminta deposit awal kepada pasien. Prinsip kami, keselamatan pasien dan kesejahteraan pasien itu adalah hukum tertinggi,” ujarnya.
Cecep mengakui, dalam praktiknya memang ada pasien yang belum mampu melunasi biaya pelayanan kesehatan. Namun hal itu tidak menghentikan komitmen rumah sakit untuk tetap melayani masyarakat.
“Memang faktanya ada pasien yang belum membayar, tapi alhamdulillah sampai sekarang RS Jasa Kartini masih berdiri dan tetap melayani masyarakat,” katanya.
Pada usia ke-29 tahun, RSJK juga terus beradaptasi dengan perkembangan di sektor kesehatan yang dinilai sangat dinamis, termasuk perubahan regulasi dari pemerintah.
“Perubahan di bidang kesehatan sangat cepat, termasuk regulasi pemerintah yang terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” ujar Cecep.
Salah satu bentuk adaptasi tersebut adalah penerapan digitalisasi layanan kesehatan, termasuk integrasi data dengan platform SATUSEHAT milik Kementerian Kesehatan.
Menurut Cecep, saat ini sistem pelayanan di RS Jasa Kartini sudah hampir sepenuhnya paperless.
“Alhamdulillah di RSJK sudah hampir tanpa kertas. Semua data diinput melalui komputer sehingga memudahkan pelayanan kepada pasien,” katanya.
Ia menjelaskan sistem digital tersebut telah terintegrasi mulai dari proses pasien masuk, pemeriksaan, pengambilan obat, perawatan hingga pasien pulang dari rumah sakit.
Dengan sistem yang terintegrasi itu, pelayanan kepada pasien diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.












