News  

Telur Bau Busuk, Guru SMK Nurusalam Salopa Sigap Larang Murid Santap MBG

Avatar photo
Foto: Food Tray yang dikumpulkan para Guru di SMK Nurusalam Salopa Kabupaten Tasikmalaya. dok

inShot.id | Akhir-akhir ini, sejumlah insiden terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Grratis (MGB) di beberapa daerah, di antaranya kasus keracunan akibat menu yang disajikan oleh mitra Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penyedia makanan yang sudah kadaluarsa dan tak bergizi. Hal itu membuat para guru di setiap sekolah merasa khawatir.

Seperti yang terjadi di SMK Nurusalam, Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, yang sudah 4 kali terkirim jatah MBG dari SPPG wilayah setempat.

Kepala SMK Nurusalam, Dedi ZM mengatakan, saat pengiriman pertama menunya luar biasa. Bahkan tak sedikit anak didiknya menghabiskan menu MBG yang dikirim sekaligus launching dengan dihadiri sejumlah unsur Muspika Salopa.

Namun, lanjut Dedi, di pengiriman kedua dan ketiga, porsi menunya menurun dan terkesan seadanya.

Puncaknya di hari Jumat 26 September 2025, usai mengelar program Jumat Mengaji, sejumlah siswanya disiapkan untuk mengambil jatah makanan masing-masing. Tapi, belum terkirim ke semua kelas, para guru dikagetkan dengan keluhan para siswa yang menyebut telurnya bau busuk.

“Saat dicek, ternyata benar. Lalu, para guru di sini dengan sigap langsung mengumpulkan kembali tempat makanan atau Food Tray MBG untuk dikembalikan. Saya minta guru piket segera mengambil sikap untuk mengumpulkan makanan yang belum tersebar, karena memang iya pak setelah kami cek, baunya cukup menyengat. Jadi untuk menjaga hal yang tidak kita inginkan, ya kita kembalikan,” ujar Dedi, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Dengan adanya kejadian tersebut, pihak sekolah pun sengaja melarang seluruh siswanya untuk menyantap makanan yang dikirim oleh penyedia, sehingga murid-murid di SMK Nurusalam hanya bisa meminum susu dan buah-buahan.

“Anak-anak hanya bisa minum susu dan jeruk saja, makananya ga dimakan karena kami larang, dan menu daging hanya awal pengiriman saja,” ujar salah seorang guru piket.

Sementera, pihak SPPG yang mengirim ke sekolah tersebut menerangkan bahwa makanan yang dikirim dimasak dari mulai pukul 02.00 pagi. Hal itu dilakukan guna mengejar target sebanyak 3.000 porsi layanan MBG ke sejumlah sekolah.

Selai itu, pihak dapur berdalih memasak sisa telur yang ada agar tidak mubadzir, juga belum sempat membeli daging. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *