JAKARTA, INSHOT.ID | Unjuk rasa yang belum lama ini terjadi di Indonesia melahirkan beragam tanggapan dari berbagai pihak. Tak sedikit juga yang hingga kini menyudutkan institusi TNI-Polri meski telah berupaya menjalankan tugasnya dengan maksimal dalam situasi apa pun.
Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN), H. Agus Winarno, SH menegaskan bahwa sinesgitas TNI-Porli merupakan harga mati. Kedua institusi tersebut bertugas untuk menjaga kadaulatan serta stabilitas keamanan negara.
Menurutnya, selama ini sinergitas antara TNI dan Polri masih terjaga dengan baik. Tugas pokoknya sudah teruji dan terjalin komunikasi yang baik.
“Kerjasama untuk menjaga stabilitas dan keamanan juga harmonisasi antara TNI-Polri terbangun dengan sangat baik,” ucapnya, Jumat 12 September 2025.
Agus tak memungkiri bahwa sampai sekarang masih ada sejumlah elemen Masyarakat yang bernada sumbang dalam menilai kinerja TNI-Polri. Bahkan, ada yang hingga memunculkan narasi-narasi dengan tujuan untuk mencopot Kapolri disampign membenturkan institusi TNI dengan Polri.
“Hingga saat ini, kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sangat baik, terutaa dalam mengawal kondusifitas negara,” tegas H. Agus.
Ia menyebut, jika memang diperlukan adanya reformasi di jajaran Polri, hal itu merupakan bagian dari proses jangka pdanjang dan harus melibatkan perbaikan structural, budaya organisasi, serta mekanisme pengawasan.
“Mengganti figure Kapolri tanpa strategi reformasi sistemik hanya akan menjadim hiasan politik semata. Jika memang ingin mendorong reformasi kepolisian, maka jalan yang lebih terhormat harus melalui penelitian akademis, usulan kebijakan publik, serta kolaborasi dengan Lembaga pengaws resmi, bukan berdasarkan asumsi moralitas tanpa pijakan regulasi yang jelas,” ujarnya.
Selain itu, H, Agus juga menyoroti adanya pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang membuat situasi negara ini tidak kondusif, yang salah satunya dengan cara membenturkan TIN-Polri.
Hal itu katanya, bukan hanya mengkambinghitamkan TNI saja, tapi lebih jauhnya sabagai jebakan yang dibuat untuk merusak nama institusi negara, serta memancing TNI ke ranah politik dengan tujuan menurunkan kredibilitas Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, sejak reformasi 1998 silam, TNI telah membuktikan mampu mereformasi institusi, tidak terlibat lagi dalam ranah politik praktis, dan tetap focus sebagai garda terdepan pertahanan nasional.
“Pasca kerusuhan unjuk rasa bulan Agustus kemarin, pemerintah melalui TNI-Polri telah berhasil memulihkan situasi negara hingga normal dan kondusif. Saya percaya bahwa TNI tidak terlibat dalam kerusuhan tersebut, apalagi menciptakan kondisi darurat sipil ataupun militer,” tegasnya.
“Hal itu menunjukan bahwa sinergitas keduanya masih terjaga dengan baik. Jadi, bagi siapa saja yang berniat mengadu domba, stop dari sekarang,” tandasnya.












