inShot.id | Menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H, Bank Indonesia kembali menyelenggarakan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 sebagai bentuk layanan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan uang Rupiah layak edar dalam momen Ramadan–Idulfitri.
Program SERAMBI 2026 hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan uang Rupiah yang cukup, berkualitas, dan layak edar, sejalan dengan tradisi berbagi kebahagiaan melalui pemberian uang Rupiah saat bersilaturahmi di Hari Raya Idulfitri.
Bank Indonesia menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap layanan penukaran uang. Minat tersebut tercermin dari cepatnya pemesanan kuota penukaran di seluruh Indonesia melalui Aplikasi PINTAR. Hingga saat ini, lebih dari satu juta pemesan secara nasional telah mendapatkan jadwal penukaran uang melalui aplikasi tersebut.
Untuk mendukung kelancaran transaksi selama Ramadan dan Idulfitri 2026, Bank Indonesia menyiapkan uang Rupiah layak edar sebesar Rp185,6 triliun yang disalurkan melalui berbagai kanal, termasuk mesin ATM dan kantor cabang perbankan. Secara khusus di wilayah Priangan Timur, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menyediakan uang tunai sebesar Rp2,55 triliun, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,8 triliun.
Layanan penukaran uang di wilayah Priangan Timur dilaksanakan pada titik-titik lokasi Kas Keliling serta melalui perbankan yang telah bekerja sama dengan Bank Indonesia. Kegiatan penukaran dibagi dalam dua periode, yaitu:
- Periode I: 23–25 Februari 2026
- Periode II: 2–12 Maret 2026
Melalui pelaksanaan SERAMBI 2026, Bank Indonesia berkomitmen memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar terpenuhi dengan baik, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan transaksi masyarakat menjelang Idulfitri.
Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan transaksi pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal melalui mobile dan internet banking, termasuk transfer dana menggunakan BI-FAST dan QRIS. Hal ini sejalan dengan perkembangan adopsi pembayaran digital di Priangan Timur seiring dengan upaya perluasan ekosistem pembayaran digital baik dari sisi ketersediaan layanan (supply) maupun kebutuhan masyarakat (demand).
Selain memberikan kemudahan dalam bertransaksi, pembayaran digital juga menawarkan berbagai manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di periode Ramadan–Idulfitri ketika volume transaksi meningkat signifikan. Transaksi digital memungkinkan proses pembayaran berlangsung lebih cepat dan efisien, sehingga mengurangi antrean dan waktu tunggu transaksi di pusat perbelanjaan. Digitalisasi pembayaran menjadi solusi modern yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan pengalaman bertransaksi yang lebih nyaman, aman, dan terpercaya.
Bank Indonesia akan terus memperluas literasi dan inklusi digital di Priangan Timur melalui berbagai program edukasi, sosialisasi, serta kolaborasi dengan perbankan dan pelaku usaha. Dengan dukungan masyarakat, digitalisasi pembayaran diharapkan dapat menjadi pendorong penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada momentum Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas transaksi.
Melalui momentum SERAMBI 2026, BI kembali mengajak masyarakat untuk selalu cermat mengenali ciri keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). BI juga mengajak masyarakat untuk selalu merawat Rupiah dengan prinsip 5J, yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi. Terwujudnya sinergi penyediaan uang tunai yang memadai, dan akselerasi pembayaran digital, serta peran aktif masyarakat dalam bertransaksi secara bijak diharapkan akan memperkuat kelancaran sistem pembayaran pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026.












